I DON’T LIKE IT!!! (JEALOUS)

Title : I Don’t Like It!!! (Jealous)
Author : Eka Oktavia (Kim Tae Rin)
Main Cast : Luhan EXO & Seohyun SNSD
Other cast : Find by yourself
Genre : Romance
Lenght : oneshot
PS : Mianhae, kalo alurnya agak aneh. Maklumlah masih pemula. Kalo ceritanya gaje tolong dimaklumi juga, hehehe. Oh ya, add FB aku ya Via OKtavia & follow twitter aku juga @viaoktav. Happy reading ^_^

DON’T FORGET for RCL
AND
DON’T BE PLAGIAT

“Jangan berpenampilan seperti itu, because I DON’T LIKE IT” Baca lebih lanjut

My Bestfriend is My Girlfriend

Title : My Bestfriend is My Girlfriend
Author : Kim Tae Rin
Main Cast : Seohyun SNSD & Luhan EXO
Other Cast : member EXO, Taeyeon SNSD, Tiffany SNSD, Sunny SNSD, Yoona SNSD
Genre : Romance, Friendship
Leght : ficlet
PS : Annyeong, aku author baru disini. Salam kenal chingu. Kalian bisa panggil aku eonnie kalau line kalian dibawah 95. Mianhae kalo gaje + kepanjangan. DON’T FORGET for RCL ^_^

-My Bestfriend is My Girlfriend-
Terlihat salah satu kelas di sebuah sekolah ternama di Korea Selatan -Seoul High School- yang begitu gaduh. Padahal, kelas yang lain sudah memulai kegiatan belajar sejak 15 menit yang lalu. Tetapi, kegaduhan itu langsung berhenti begitu sang guru memasuki ruang kelas bersama dengan seorang yeoja cantik.
“Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kalian memiliki teman. Dia akan memperkenalkan diri.” ujar Lee seongsaenim.
Yeoja itu pun sedikit maju ke depan dan mulai memperkenalkan diri.
“Annyeonghaseyo, Choi Seohyun imnida. Kalian bisa memanggil ku Seohyun. Mohon bantuannya.” ujar yeoja bernama Seohyun.
“Baiklah Seohyun-ssi, kau bisa duduk di samping Yoona.” Ujar Lee seongsaenim sambil menunjuk seorang yeoja cantik yang duduk di bangku baris kedua paling kanan.
“Ne, gamsahamnida seongsaenim.”

-My Bestfriend is My Girlfriend-

Krrriinngg…. Krrriinngg….
Bel tanda istirahat berbunyi, para siswa-siswi pun segera keluar kelas begitu seongsaenim telah keluar. Seohyun pun sedikit meregangkan otot-ototnya. Ternyata pelajaran di hari pertamanya di sekolah barunya sedikit melelahkan.
“Seohyun-ssi, apa kau tidak ingin pergi ke kantin?” tanya Yoona.
“Ah, aku belum tahu letak kantin sekolah ini.” Ujar Seohyun.
“Kalau begitu, kita pergi bersama saja. Aku juga ingin ke kantin.”
“Baiklah, Yoona-ssi.”
“Hey, jangan panggil aku dengan embel-embel –ssi seperti. Itu terlalu formal, sekarang kita berteman. Jadi, jangan terlalu formal begitu.”
“Ne, Yoona-ya.”
Keduanya pun berjalan bersama menuju kantin sekolah. Baru beberapa jam bertemu, mereka sudah larut dalam obrolan yang begitu seru. Mereka seperti sepasang sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Begitu mereka sampai, ternyata tempat itu sudah begitu ramai. Keduanya sibuk mencari tempat yang kosong.
“Yoona-ya!” teriak sebuah suara.
Yoona dan Seohyun pun menengok ke sumber suara. Terlihat tiga orang yeoja yang duduk di sebuah bangku yang tidak jauh dari tempat Yoona dan Seohyun berdiri. Salah satu dari ketiga yeoja itu melambai pada Yoona. Yoona yang melihatnya pun tersenyum dan menarik Seohyun menuju ketiga yeoja itu.
“Eonnie, untung saja ada kalian. Kalian memang penyelamat ku.” ujar Yoona begitu sampai di hadapan ketiga yeoja itu.
“Hah! Kami kan memang penyelamat mu.” ujar yeoja yang memiliki suara imut.
“Yoona-ya, siapa yang kau bawa? Dia murid baru?” tanya seorang yeoja yang memiliki eye smile.
“Ne, eonnie. Dia murid baru di kelas ku, namanya Seohyun. Seohyun, mereka teman-teman ku. Ada Taeyeon eonnie, Tiffany eonnie dan Sunny eonnie. Mereka satu tingkat diatas kita.”
“Annyeonghaseyo, Seohyun imnida. Senang berkenalan dengan kalian, sunbae.”
“Hey, jangan terlalu formal begitu. Kau bisa panggil kami eonnie.” ujar Taeyeon diikuti anggukan kepala kedua temannya.
Seohyun dan Yoona pun bergabung dengan ketiganya. Mereka pun langsung bisa akrab dan terlibat obrolan yang seru. Seohyun dengan mudah mengakrabkan diri dengan mereka. Karena ternyata dia memiliki kesamaan dengan empat yeoja dihadapannya ini. Mereka sama-sama menyukai menyanyi dan menari. Kantin yang saat itu dalam keadaan ramai, semakin ramai dengan teriakan para yeoja yang ada disana. Seohyun hanya bisa menutup telinganya mendengar teriakan yang begitu memekakkan telinga. Sedangkan keempat yeoja yang ada dihadapannya hanya menghela nafas mendengar teriakan itu.
“Eonnie, kenapa mereka berteriak-teriak seperti itu?” tanya Seohyun pada Tiffany.
“Biasa, para pangeran sekolah datang.” Ujar Tiffany.
“Pangeran sekolah? Nugu?” tanya Seohyun penasaran.
Tiffany pun hanya menunjuk arah belakang Seohyun. Seohyun pun menengok ke belakang dan terlihatlah 12 namja berjalan memasuki kantin. Seohyun sedikit terkejut melihat namja-namja itu. Dia terkejut bukan karena ketampanan mereka, melainkan karena dia mengenal kedua belas namja itu. Seohyun pun berbalik menghadap keempat yeoja yang ada dihadapannya.
“Mereka itu EXO, namja-namja yang paling populer di sekolah ini. Bukan hanya karena mereka tampan, tetapi karena mereka juga anak orang kaya.” Ujar Yoona.
“Ne, benar. Mereka begitu sempurna dimata para yeoja yang ada disekolah ini. Ah, ani. Mungkin di luar sekolah juga banyak yang begitu.” Ujar Taeyeon.
“Mereka adalah Luhan, Kai, Suho, Kris, Sehun, Chen, Baekhyun, Tao, D.O, Xiumin, Lay, dan Chanyeol. Luhan, Kris, Suho, Chen, Baekhyun. Xiumin, Lay, dan Chanyeol mereka satu angkatan dengan kami bertiga. Sedangkan Tao, D.O, Sehun, dan Kai mereka satu angkatanmu dan Yoona.” Ujar Tiffany.
“Ne, dan kau tahu Seohyun-ah. Namja yang bernama Baekhyun itu sanga-sangat imut. Aku suka melihatnya, aku suka tertawa kalau melihat tingkahnya. Dan beruntungnya, aku satu kelas dengannya.” Ujar Sunny berseri-seri.
“Eonnie, itu tidak penting untuk dijelaskan pada Seohyun.”
“Aku tahu,” ujar Seohyun.
“Mwo? Tahu?” tanya Sunny.
“Ne, aku tahu mereka. Bahkan aku mengenal mereka dari dulu.”
“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Yoona.
“Mereka itu te-“
“Seohyun? Kau Seohyun kan, Choi Seohyun?”
Kelima yeoja itu menengok ke asal suara. Terlihat seorang namja berpipi chubby yang sedang berdiri disamping Seohyun. Di belakang namja itu berdiri sebelas namja yang tak lain adalah EXO.
“Omo! Seohyun, kau benar Seohyun.”ujar namja yang lain dan segera memeluk Seohyun.
“Seohyun-ah, akhirnya kau kembali. Kau tahu, aku sangat-sangat merindukanmu.” Ujar namja itu yang tak lain adalah Baekhyun.
Orang-orang yang ada disana begitu terkejut melihatnya, termasuk keempat yeoja dihadapan Seohyun. Para yeoja fans EXO begitu shock melihat salah satu idola mereka memeluk seorang yeoja dihadapan banyak orang. Tidak berapa lama kemudian, semua semakin terkejut melihat Seohyun dipeluk oleh anggota EXO yang lain. Tidak hanya satu atau dua, tapi sebelas sekaligus.
“Omo! Bagaimana bisa yeoja itu dipeluk oleh semua anggota EXO???”
“Beruntung sekali yeoja itu.”
“Aku mau menggantikan posisi yeoja itu.”
Dan masih banyak lagi kalimat yang keluar dari mulut para yeoja yang ada disana. Sedangakan Taeyeon, Tiffany, Sunny, dan Yoona hanya menatap apa yang ada dihadapan mereka. Seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
“Y-yya! A-apa kalian i-ingin membunuh k-ku?” ujar Seohyun.
Keduabelas namja itu pun langsung melepaskan pelukan mereka begitu menyadari Seohyun mulai kehilangan pasokan oksigen.
“Mianhae, Seohyun-ah. Kami terlalu senang melihat mu ada disini.” Ujar Chen.
“Aish, kalian ini ternyata tidak berubah. Kalau memelukku selalu keroyokan.” Ujar Seohyun sambil mempoutkan bibirnya lucu.
“Kau juga tidak berubah. Kau tetap terlihat imut, Seobaby.” Ujar Luhan sambil mencubit pipi chubby Seohyun.
Para yeoja pun histeris melihat perlakuan Luhan pada Seohyun. Sedangkan kesebelas anggota EXO hanya tersenyum jail melihatnya.
“Appo! Jangan panggil aku Seobaby, oppa. Aku bukan anak kecil lagi.”
“Terserah kau, tapi bagi ku kau tetap gadis kecil ku.” Ujar Luhan sambil tersenyum dan mengaca-acak rambut Seohyun.
“Aigoo, Luhan hyung sudah bisa tersenyum lagi. Kau tahu Seohyun-ah, semenjak kau pergi ke Jepang Luhan hyung jarang tersenyum. Setiap hari dia selalu melihat fotomu terus.” Ujar Sehun, senyum jahil terukir di bibirnya.
“Ne, benar. Dia seperti orang gila saat kau tidak ada. Dia selalu merindukanmu.” Ujar Chanyeol diikuti anggukan kepala yang lainnya.
“YA! Awas kalian! Kalian juga sama saja, setiap hari juga selalu memandangi foto Seohyun. Bukan hanya aku saja.” Ujar Luhan.
“Sudahlah, oppa. Biarkan mereka, mereka emang seperti itu. Oh iya, aku sampai lupa. Mereka berempat teman baru ku. Taeyeon eonnie, Tiffany eonnie, Sunny eonnie, dan Yoona. Eonnie, Yoona-ya, mereka sahabatku dari kecil.
“Ah, kami tahu mereka. Kami kan satu ekskul dengan mereka. Ehm, bagaimana kalu kami bergabung dengan kalian?” tanya Suho.
“Ne, boleh. Tidak apa-apa kan eonnie?”
Keempat yeoja itu hanya sanggup menganggukan kepala mereka tidak tahu harus bicara apa.

-My Bestfriend is My Girlfriend-

Sudah dua bulan Seohyun bersekolah di Seoul High School. Hidupnya begitu menyenangkan. Apalagi dia bertemu kembali dengan sahabt-sahabat kecilnya dulu ditambah dia memiliki empat sahabat baru yang begitu menyayanginya. Dia begitu bangga memiliki 16 sahabat yang begitu menyayanginya.
Saat ini, mereka sedang berkumpul di Lotte World. Beberapa hari yang lalu mereka memang berencana menghabiskan weekend kali ini di Lotte World. Begitu memasuki area Lotte World, mereka langsung menyebar entah kemana. Hanya Seohyun dan Luhan yang masih tetap tinggal di tempat mereka berkumpul tadi.
“Aish, mereka selalu saja seperti ini. Hilang begitu saja.” gerutu Luhan.
“Biar saja, oppa. Nanti kita juga bertemu dengan mereka. Oh ya, oppa mau main apa?”
“Molla. Aku sedang tidak mood menaiki wahana yang ada disini, aku ingin berkeliling saja.”
“Baiklah, kebetulan aku juga sedang ingin berkeliling disini. Kajja.” ujar Seohyun sambil menggandeng tangan Luhan.
DEG
Jantung Luhan berdetak begitu kencang saat tangan Seohyun menggandeng tangannya. Dia hanya melihat pergelangan tangannya yang dipegang oleh Seohyun. Pipinya bersemu merah. Luhan memang menyukai Seohyun, bahkan sebelum Seohyun pergi ke Jepang. Dan anggota EXO yang lain mengetahui perasaan Luhan pada Seohyun. Karena itu, saat bertemu kembali dengan Seohyun mereka menggoda Luhan.
Hari ini Luhan akan menyatakan perasaannya pada Seohyun, itu pun juga karena dorongan anggota EXO yang lain. Tadi malam, mereka berkumpul di rumah Luhan dan memaksa namja yang mengaku dirinya manly itu untuk mengungkapkan perasaannya pada Seohyun hari ini. Dan tanpa Luhan ketahui, kesebelas namja itu telah mengatur semuanya untuk hari ini. Dengan bantuan Taeyeon, Yoona, Sunny, Tiffany dan keempatnya setuju. Mereka memang sengaja meninggalkan Luhan dan Seohyun berduaan.
Seohyun dan Luhan pun berkeliling di sekitar Lotte World. Keduanya terlibat pembicaraan yang begitu seru. Keduanya saling bercerita sambil mengingat masa kecil mereka. Sesekali mereka melihat sekelilingnya, siapa tahu mereka melihat yang lain. Tetapi hasilnya nihil. Padahal, tanpa mereka ketahui, orang-orang yang sedang mereka cari mengikuti keduanya dari belakang.
“Aish, Luhan oppa lama sekali. Kenapa tidak langsung menyatakan perasaanya pada Seohyun.” gerutu Yoona.
“Ne, benar. Kalau Luhan tidak cepat-cepat menyatakan perasaannya pada Seohyun, biar aku saja yang menyatakan perasaanku pada Seohyun.” ujar Baekhyun.
PLETAK
“Ya! Kenapa kau memukulku, Panda? Sakit tau.” ujar Baekhyun sambil mengusap kepalanya.
“Hyung, kau mau ‘ditikam’ Luhan hyung kalau sampai merebut Seohyun darinya?” ujar Tao.
“Aku kan hanya bercanda, kau lupa kalau aku sudah memiliki Sunny?” tanya Baekhyun sambil memandang Sunny.
Sunny yang melihatnya hanya tersipu malu. Keduanya memang sudah berpacaran sejak mereka akrab 2 minggu setelah pertemuan EXO dengan Seohyun. Ternyata selama ini Baekhyun juga menyimpan perasaan yang sama dengan Sunny.
“Aish, ne ne ne. Terserah kau saja, Hyung.” ujar Tao.
“Hey, bagaimana kalau kita bermain wahana disini saja? Kita seperti orang bodoh mengikuti Seohyun dan Luhan seperti ini.” ujar Tiffany.
“Aku setuju, lagipula aku juga sudah bosan mengikuti mereka.” ujar Kai.
“Baiklah, kalau begitu ayo kita bermain.” ujar Suho.
Kelima belas orang itu pun berbalik arah dan pergi menaiki berbagai wahana yang ada disana. Sedangkan Seohyun dan Luhan terus melanjutkan kegiatan mereka berkeliling.
Setelah keduanya berkeliling, mereka duduk disalah satu bangku yang ada di dekat mereka.
“Seobaby, kau tunggu disini ya.”
“Oppa mau kemana?”
“Sebentar saja, kau tunggu disini.”
Luhan pun berjalan pergi meninggalkan Seohyun. Seohyun hanya memandang kepergian Luhan. Dia sedikit bingung sebenarnya Luhan mau kemana. Setelah hampir 20 menit menunggu, Luhan pun kembali sambil membawa 2 cup ice cream dan sekantong tas plastik. Luhan pun memberikan salah satu cup ice cream itu pada Seohyun.
“Gomawo, oppa. Ternyata kau masih ingat ice cream kesukaanku.”
“Bagaiman aku bisa lupa kalau ice cream kesukaan kita sama?”
“Hahaha, benar juga.”
Keduanya pun kembali larut dalam obrolan seru mereka sambil menikmati ice cream masing-masing. Begitu ice cream mereka habis, Luhan pun membuka kantong plastik itu dan mengeluarkan isinya. Ternyata isinya satu bungkus ddeokbokki dan goguma. Mereka pun menikmati makanannya bersama.
Waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa hari sudah menjelang sore. Tetapi, teman-teman mereka belum ada yang terlihat. Seohyun pun memutuskan mengajak Luhan untuk mencari yang lain.
“Oppa, bagaimana kalau kita mencari yang lain? Ini sudah sore.”
“Ehm.. Baiklah.”
Seohyun pun berdiri dan hendak melangkah pergi. Tetapi, tiba-tiba langkahnya berhenti saat sebuah tangan memegang pergelangan tangannya.
“Seohyun-ah, tunggu dulu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Eoh? Ada apa, oppa?”
“Tapi… kau tidak akan marah kan jiga aku mengatakannya?”
“Katakan saja, oppa.”
“Ehm… Sebenarnya aku.. aku…”
“Kau kenapa, oppa?” tanya Seohyun bingung.
“Ehm… Saranghaeyo.”
“Mwo?”
“Saranghaeyo, Seohyun-ah. Sejujurnya, aku sudah lama menyukaimu. Bahkan sebelum kau pergi ke Jepang aku sudah menyukaimu.”
Seohyun tidak mampu berkata apa-apa. Dia hanya memandang namja yang ada dihadapannya. Dia masih mencerna semua perkataan Luhan.
“Kau tahu, saat kau bilang akan pergi ke Jepang aku begitu sedih. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Saat kau tidak ada, aku selalu memikirkanmu. Aku selalu memandang fotomu. Bahkan, yang lain mengetahui itu semua.”
“Oppa….”
Seohyun tidak tahu harus berkata apa. Luhan pun berjalan mendekati Seohyun.
“Seohyun-ah, would you be my girlfriend?”
Seohyun merasakan pipinya memanas. Jantungnya juga berdegup kencang. Tidak dapat dipungkiri lagi, Seohyun sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama. Tidak ada alasan untuk menolak Luhan. Daridulu dia selalu berharap Luhan menyatakan perasaannya pada Seohyun. Dan hari ini semuanya terjadi.
“Ehm, ne oppa.” ujar Seohyun sambil menudukkan kepalanya.
“Gomawo, Seohyun-ah.”
Luhan pun langsung memeluk Seohyun. Dia begitu senang karena Seohyun juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Luhan pun melepaskan pelukannya dengan Seohyun. Dia pun mendekatkan wajahnya pada Seohyun. Jarak keduanya semakin dekat, Seohyun dapat merasakan hembusan nafas Luhan menerpa wajahnya. Seohyun pun menutup matanya dan….
.
.
.
.
.
.
“Aigoo, ternyata ada pasangan baru. Akhirnya mereka berpacaran juga.” ujar sebuah suara.
Luhan dan Seohyun pun segera menjauh begitu mendengar suara itu. Keduanya pun menengok ke sumber suara. Begitu mengetahui siapa pemilik suara itu, keduanya hanya dapat tersipu malu.
“Baekhyun hyung, kau mengganggu mereka saja. Padahal tadi mereka hampir saja berciuman.” ujar Kai.
PLETAK
“Ya! Kau ini, dasar mesum.” ujar Yoona.
“YA! Sakit tahu. Lagipula apa yang mesum? Mereka kan cuma ingin berciuman.”
“Hey, kemana saja kalian? Dari tadi kami mencari kalian tetapi tidak ketemu.” ujar Seohyun.
“Mianhae, tadi kami sengaja meninggalkan kalian berdua supaya Luhan bisa menyatakan perasaannya padamu.” ujar Xiumin.
“Ne, benar. Kami sebenarnya tadi mengikuti kalian dari belakang. Tapi, karena kalian masih saja berkeliling-keliling dan Luhan tidak segera menyatakan perasaannya padamu, akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengikuti kalian dan bermain saja.” jelas D.O.
“Tapi ternyata saat kami mencari kalian, kami justru melihat Luhan sedang menyatakan perasaannya padamu. Kami pun tidak jadi menghampiri kalian dan memilih bersembunyi saja.” tambah Taeyeon.
“Luhan hyung, kau tahu. Kau itu kurang romantis saat menyatakaan perasaanmu pada Seohyun.” ujar Sehun diikuti anggukan kepala yang lain.
“Benar, setidaknya kau memberinya bunga mawar dan coklat.” ujar Tiffany.
“Atau kau memberikan Seohyun boneka keroro kesukaannya.” ujar Lay.
“Kau benar-benar tidak romantis.” ujar kelima belas orang itu bersamaan.
“YA! AWAS KALIAN!!!”
Kelima belas orang itu pun segera berlari menjauhi Luhan. Luhan segera mengejar mereka. Siapa pun yang tertangkap olehnya, akan ‘dibunuhnya’ saat itu juga.
-END-